Tempat Makan Tempat MakanCatatan pilihan untuk pembaca Indonesia.
food

Warung Mbak Yuli, Pelukan Hangat Makan Malam Keluarga di Serui

Cerita tentang warung makan keluarga favorit di Serui yang menyajikan masakan rumahan dan suasana kekeluargaan. Cocok untuk makan malam bersama.

15 Apr 2026 · 3 menit baca · oleh Redaksi Tempat Makan
Warung Mbak Yuli, Pelukan Hangat Makan Malam Keluarga di Serui

Hari itu hujan deras mengguyur Serui selepas Ashar. Aku, suami, dan dua anakku berlari kecil di bawah teras rumah panggung, menuju warung Mbak Yuli yang wangi kuah ikan kuah kuningnya sudah tercium dari ujung gang. Warung ini memang bukan restoran besar, hanya meja kayu panjang dengan bangku plastik, tapi selalu penuh dengan tawa dan obrolan dari beberapa keluarga yang datang setiap malam. Bagi kami, warung Mbak Yuli adalah tempat makan keluarga paling setia sejak anak pertama masih digendong.

Kenapa Warung Mbak Yuli Jadi Pilihan Keluarga?

Setiap kali berkunjung, Mbak Yuli sendiri yang menyambut dan langsung mengingat pesanan favorit anakku—telur dadar tipis dengan sambal terasi. Di meja belakang, suaminya sibuk mengaduk sayur daun singkong yang direbus dengan santan. Suasana dapur terbuka memungkinkan kami melihat proses masak langsung, dan itu membuat anak-anak penasaran. Mereka sering bertanya kenapa kuah pindang tongkol Mbak Yuli tidak amis, padahal di rumah terkadang masih anyir. Mbak Yuli selalu menjawab dengan senyum, rahasianya ada pada daun jeruk dan kemangi yang dipetik dari pekarangan belakang.

Tempat makan keluarga yang baik bukan hanya soal menu, tapi juga soal ruang untuk bercakap. Di warung ini, kami bisa duduk lama tanpa merasa dikejar waktu. Anak-anak bisa berlarian ke halaman depan yang masih tanah, sementara orang dewasa menikmati kopi tubruk hitam. Mbak Yuli juga pernah bercerita bahwa konsep warungnya terinspirasi dari tradisi Papua “bakubae”—makan bersama sebagai simbol kebersamaan. Konsep ini membuat pelanggan seperti kami merasa diterima seperti keluarga sendiri. Bahkan ketika kulkas kami di rumah rusak suatu malam, Mbak Yuli dengan rela menitipkan lauk pauk untuk keesokan harinya.

Dari segi cita rasa, warung ini menyajikan perpaduan khas Serui: banyak ikan laut segar yang langsung dibelinya dari TPI (Tempat Pelelangan Ikan) pagi hari, rempah pala dan cengkeh khas Papua yang memberi aroma hangat, serta sambal colo-colo yang pedasnya pas di lidah orang Indonesia timur. Menu andalannya adalah ikan kuah kuning dengan sayur gedi—sayuran lokal yang mirip bayam, tapi lebih gurih. Satu porsi lengkap dengan nasi putih hangat hanya cukup merogoh kocek Rp15.000 per orang. Harga yang sangat terjangkau untuk makan malam keluarga yang mengenyangkan.

Bagi yang penasaran dengan masakan khas Papua dan ingin merasakan kebersamaan seperti di warung Mbak Yuli, konsep “bakubae” ini bisa kita temui di berbagai tempat makan tradisional di Papua. Konsep ini berasal dari budaya Maluku dan Papua yang menekankan kebersamaan saat menyantap hidangan (Wikipedia Indonesia menjelaskannya sebagai ritual berbagi makanan). Meski warung Mbak Yuli bukan restoran mewah, kehangatan dan rasa masakannya membuat kami selalu kembali Variasi kasusnya saya kupas di tempat makan enak.

Sore itu, setelah hujan reda, punggungku masih terasa hangat oleh uap kuah ikan yang baru kami santap. Di seberang meja, suamiku mengelus kepala si bungsu yang sudah mulai mengantuk. Tempat makan keluarga yang sesungguhnya bukanlah tentang interior keren atau menu eksotis, melainkan tentang ruang tempat kita pulang—bersama orang-orang terkasih, sepiring nasi, dan cerita yang tak pernah habis.

Untuk konteks lebih: sumber resmi

Tag: #tempat-makan-keluarga #kuliner-serui #warung-sederhana #masakan-rumahan